Kamis, Januari 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
InfoAsuransi
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • News
  • Politics
  • Business
  • Culture
  • Opinion
  • Lifestyle
  • Login
No Result
View All Result
InfoAsuransi
Home Asuransi Negeri

Seberapa Penting Memiliki Asuransi di Masa Pagebluk

Admin Asuransiaman by Admin Asuransiaman
11 Februari 2021
in Asuransi Negeri
0
1.085 Hektar Sawah di Karawang Kena Banjir, Petani Peserta Asuransi Pertanian Bisa Ajukan Klaim
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Di masa pandemi ini, kepemilikan asuransi , terutama kesehatan dan jiwa, menjadi penting. Masyarakat diminta menghitung secara matang kemampuan dan kebutuhan sebelum membeli polis asuransi.

Umumnya, masyarakat Indonesia memiliki asuransi, minimal BPJS Kesehatan. Ada yang iuran mandiri dan dibayar perusahaan. Ada pula yang memiliki dua asuransi kesehatan: BPJS Kesehatan dan swasta-bisa dibayarkan perusahaan tempat bekerja atau bayar sendiri. Bagi masyarakat yang berwirausaha tentu harus mencari sendiri perusahaan dan produk asuransi yang diinginkan.

Related posts

Industri Asuransi Nasional Catat Aset Rp1.181 Triliun, OJK Sebut Permodalan Tetap Kuat

Industri Asuransi Nasional Catat Aset Rp1.181 Triliun, OJK Sebut Permodalan Tetap Kuat

4 November 2025
Setelah Lebih dari 100 Tahun, Asuransi Jiwasraya Bersiap Dibubarkan

Setelah Lebih dari 100 Tahun, Asuransi Jiwasraya Beri Sinyal Penutupan

10 Februari 2025

Perencana keuangan, Budi Raharjo mengatakan, yang harus dipahami dalam memilih asuransi adalah fungsi sebagai perlindungan. Setiap orang umumnya akan memprioritaskan asuransi jiwa dan kesehatan untuk keluarganya.

Kemudian, baru memikirkan untuk asuransi lainnya, seperti harta benda. Setiap produk asuransi ada yang murni dan unit link atau sekaligus investasi.

Budi menerangkan langkah pertama dalam menentukan asuransi itu menetapkan tujuannya. Misalnya, menjaga arus cash. Di masa pagebluk ini, masyarakat lebih condong membeli polis asuransi kesehatan dan jiwa.

Kedua jenis asuransi ini, menurutnya, untuk melindungi diri dan keluarga ketika terjadi risiko hingga paling berat, misalnya meninggal dunia. Dengan adanya asuransi jiwa, keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan santunan. Langkah kedua dalam memilih asuransi, yakni mengetahui nilai polis dan manfaatnya.

“Kalau kesehatan, kita ketahui biayanya besar, baik obat-obatan dan rawat inap. Kita tidak berharap itu terjadi. Akan tetapi, kalau itu terjadi, dananya kan sudah disiapkan. Dananya bisa diambil dari kocek sendiri atau transfer risiko ke perusahaan asuransi. Yang lebih wise itu kita mentransfer risiko pada perusahaan asuransi,” ujarnya saat dihubungi SINDONews, Selasa (9/2/2021).

Alasannya, pembayaran preminya kecil, tetapi perlindungan besar. Budi mengungkapkan ada salah kaprah pemikiran di masyarakat jika klaim asuransi tidak dipakai merasa rugi. Pemikiran seperti mengasumsikan asuransi sebagai investasi atau bisnis. Seharusnya menganggap asuransi sebagai perlindungan risiko, yang ketika terjadi, uangnya ada.

“Kalau enggak ke pakai uang kemana sih? Satu, untuk perusahaan asuransi. Kedua, untuk orang-orang yang ternyata tidak seberuntung kita yang sehat dalam tahun berjalan tersebut. Jangan merasa rugi telah membayar premi, tapi enggak ke pakai. Kalau enggak ke pakai justru kita bersyukur (masih sehat),” jelas Budi.

Pemilihan produk asuransi juga harus melihat kebutuhan apakah untuk sementara atau permanen. Yang masuk dalam permanen itu, salah satunya, asuransi jiwa. Pemilik polis ini biasanya ingin memberikan peninggalan kepada keluarga. Asuransi sementara itu, misalnya, untuk kebutuhan biaya pendidikan.

Pagebluk membuat perekonomian ambruk. Data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV minus 2,19 persen. Ada orang yang ekonomi langsung jatuh, tetapi ada pula yang malah bisnisnya tumbuh. Ada orang yang pendapatannya stabil. Pada posisi orang yang ekonominya jatuh tentu harus menghitung ulang mengenai kelanjutan asuransinya.

Maka, harus dilakukan penyesuaian terkait nilai premi. Bahkan, mungkin harus mengurangi produk asuransi yang tadinya memiliki dua menjadi satu, misalnya BPJS Kesehatan dan asuransi swasta. Sementara ekonominya sulit cukup dengan BPJS Kesehatan saja.

“Kalau komersial tinggi, bisa melakukan penyesuaian dengan penurunan kelas. Ini bisa mengurangi biasa premi yang dibayar. Kalau sudah diturunkan tidak bisa juga karena cash flow-nya betul-betul mepet, perlu berhemat selama pandemi, boleh korbankan asuransi komersialnya. Akan tetapi, asuransi sosialnya jangan dilepas,” pungkas Budi.

Previous Post

1.085 Hektar Sawah di Karawang Kena Banjir, Petani Peserta Asuransi Pertanian Bisa Ajukan Klaim

Next Post

Pentingnya Subsidi Premi Asuransi Bencana Bagi Sektor UMKM

Next Post
1.085 Hektar Sawah di Karawang Kena Banjir, Petani Peserta Asuransi Pertanian Bisa Ajukan Klaim

Pentingnya Subsidi Premi Asuransi Bencana Bagi Sektor UMKM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Benny Tjokro Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Korupsi ASABRI Rp 22,7 T Hari Ini

Benny Tjokro Hadapi Sidang Tuntutan Kasus Korupsi ASABRI Rp 22,7 T Hari Ini

3 tahun ago
Pemerintah Rencanakan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan pada 2026 secara Bertahap

Pemerintah Rencanakan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan pada 2026 secara Bertahap

5 bulan ago
Merasa Dizalimi Hak Tak Cair 100%, Korban Jiwasraya Tolak Restrukturisasi

Merasa Dizalimi Hak Tak Cair 100%, Korban Jiwasraya Tolak Restrukturisasi

3 tahun ago
Duh! Urusan Ini Kadang Ribet dan Bikin UMKM Sulit Berkembang

Duh! Urusan Ini Kadang Ribet dan Bikin UMKM Sulit Berkembang

5 tahun ago

FOLLOW US

  • 139 Followers

BROWSE BY CATEGORIES

  • Asuransi Negeri
  • Asuransi Swasta
  • Asuransi Terkini
  • BKPM
  • Business
  • Culture
  • Investasi Saham
  • Jaga Negeri
  • Lifestyle
  • National
  • News
  • OBLIGASI
  • Opinion
  • Politics
  • Reksa Dana
  • Sports
  • Tak Berkategori
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League asabri Asuransi Asuransi Jiwa Asuransi Kesehatan bahlil lahadalia Balinese Culture Bali United Berita bkpm Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Donald Trump ekonomi Emas Dunia ETLE Harga Emas investasi investasi saham investor Istana Negara Kakorlantas Kakorlantas Polri keselamatan jalan Keselamatan Lalu Lintas Klaim Asuransi Korlantas Korlantas Polri Lalu Lintas Libur Nataru Market Stories Moneter National Exam OJK Operasi Zebra Pemerintah Pertumbuhan Ekonomi Polantas Premi Asuransi saham sri mulyani The Fed Visit Bali

POPULAR NEWS

  • ISDC Promosikan Kesadaran Budaya Tertib Lalu Lintas di Indonesia

    Keselamatan Jalan Raya, ISDC Angkat Kesadaran Budaya Tertib Lalu Lintas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Siasat Goreng Saham Eks Petinggi Asabri dan Terdakwa Jiwasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Tak Gunakan Dana APBN untuk Pendirian Family Office

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wujudkan Polri Humanis dan Modern, Ferdinand Hutahaean Serukan Sinergi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHSG Terperosok 3,4% Akibat Kekhawatiran Investor Akan Resesi AS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Call us: +1 234 JEG THEME
No Result
View All Result
  • Home
  • Politics
  • News
  • Business
  • Culture
  • National
  • Sports
  • Lifestyle
  • Travel
  • Opinion

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In