Flash

⚡
hut ri 2 2026

Default

Tidak ada artikel pada kategori Default.
hut ri 2026

POLITIK

Kolom PPS Bottom Banner

BERITA INTERNASIONAL

Tidak ada artikel pada kategori BERITA INTERNASIONAL.
Kolom PPS Bottom Banner

BERITA TERKINI

BERITA TERKINI

Sektor Industri Pengolahan dan Konsumsi Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,47 Persen di Kuartal III-2026

JAKARTA – Sektor industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga menjadi pilar utama penopang ekonomi nasional dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III-2026. Laporan Asuransiaman mencatat, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan capaian tersebut merefleksikan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ketidakpastian global. Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp 6.741 triliun, sedangkan PDB atas harga konstan berada di angka Rp 3.633,2 triliun.Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa sektor-sektor kunci tersebut berperan krusial dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Amalia menjelaskan, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi dominan, sementara dari sisi produksi, kinerja sektor industri pengolahan memberikan dorongan yang signifikan.Penguatan daya beli masyarakat juga didukung oleh peningkatan mobilitas serta aktivitas pariwisata yang terjadi sepanjang Juli hingga September 2026. "Ekonomi Indonesia tumbuh solid pada triwulan 3-2026. Konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran menjadi penopang utama dari sisi pengeluaran, dan dari lapangan usaha ditopang oleh impresifnya kinerja sektor industri pengolahan," ujar Amalia. Data BPS menunjukkan industri pengolahan tumbuh 5,87 persen, atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.Pertumbuhan ini didorong oleh subsektor industri makanan dan minuman, farmasi, serta produk kimia, yang didukung oleh stabilitas permintaan domestik dan perluasan pasar ekspor. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga mencatat pertumbuhan 5,04 persen. Angka ini mencerminkan peningkatan aktivitas belanja masyarakat, yang terindikasi dari kenaikan volume transaksi uang elektronik serta belanja daring, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menegaskan peran krusial industri manufaktur dalam struktur ekonomi nasional. Sektor industri pengolahan menyumbang 1,20 poin persentase terhadap total pertumbuhan ekonomi 5,47 persen, yang mempertegas posisinya sebagai penggerak utama kompetitivitas manufaktur. "Jadi, dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 persen, sebanyak 1,20 poin persentase berasal dari industri pengolahan," kata Edy Mahmud.Pemerintah juga berkontribusi melalui belanja fiskal yang tumbuh 8,95 persen. Alokasi ini diarahkan pada program prioritas, termasuk pembayaran gaji aparatur sipil negara dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi periode Januari hingga September 2026 mencapai 5,45 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam APBN 2026.Meski demikian, sejumlah pengamat menekankan perlunya menjaga daya beli masyarakat dan memastikan pemerataan manfaat ekonomi agar dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.

By Bayu Setiawan Nugraha — 6 November 2026 11.08 WIB

Sektor Industri Pengolahan dan Konsumsi Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,47 Persen di Kuartal III-2026

BERITA TERKINI

Saham BUMN Pimpin Reli IHSG, Pasar Kejutkan Trader dengan Penguatan 3 Persen

JAKARTA, Asuransiaman — Pasar modal Indonesia mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,04 persen, memberikan momentum pemulihan bagi pelaku pasar setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa hari terakhir. Pada awal perdagangan, IHSG sempat berada di level 4.998,34. Indeks kemudian terus bergerak naik hingga mencapai level 5.069,33 pada pukul 09.21 WIB.Kenaikan ini didorong oleh kinerja emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki fundamental kuat di pasar modal. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi pendorong utama IHSG dengan kontribusi 14,95 poin atau 0,30 persen. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turut menyumbang 10,82 poin atau 0,21 persen. Selain itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) masing-masing memberikan kontribusi sebesar 7,92 poin (0,16 persen) dan 4,91 poin (0,10 persen).Kondisi ini mencerminkan peran krusial fundamental emiten BUMN dalam menjaga kestabilan pasar modal nasional di tengah dinamika global. Investor kembali menaruh minat pada saham perbankan pelat merah yang dinilai memiliki valuasi menarik dan fundamental solid di tengah pasar yang fluktuatif. Analis saham, Muhammad Nafan Aji, menyatakan bahwa penguatan IHSG didorong oleh rebound saham BUMN, khususnya pada sektor perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan.Selain faktor domestik, sentimen pasar global terkait pemilu di Amerika Serikat juga memengaruhi pasar saham, meski optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III-2026 tetap bertahan. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco, menekankan perlunya koordinasi strategis untuk meredam volatilitas pasar. Ia menyatakan bahwa koordinasi dilakukan untuk membahas kondisi saham-saham BUMN yang dinilai berfundamental baik namun terdampak oleh situasi pasar global.Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan pasar modal. Secara teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan sinyal awal pemulihan dan penemuan titik keseimbangan baru setelah koreksi. Analis menyarankan investor untuk mencermati data ekonomi makro dan akumulasi saham oleh investor institusi. Dengan dukungan dari keempat emiten BUMN tersebut, IHSG diharapkan dapat mempertahankan tren penguatan hingga akhir tahun.

By Bayu Setiawan Nugraha — 5 November 2026 15.20 WIB

Saham BUMN Pimpin Reli IHSG, Pasar Kejutkan Trader dengan Penguatan 3 Persen

BERITA TERKINI

Optimisme Ekonomi Indonesia 2026: Target Tumbuh 5,4%-5,5% Meski Tantangan Global

JAKARTA — Pemerintah Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada pada jalur positif di tengah ketidakpastian geopolitik global. Berdasarkan laporan Asuransiaman, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,4 persen hingga 5,5 persen sepanjang tahun 2026 sebagai bentuk keyakinan dalam menghadapi tantangan eksternal. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan proyeksi optimis tersebut dengan menyoroti konsumsi rumah tangga yang dinilai solid serta kinerja ekspor yang terjaga.Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dioptimalkan perannya sebagai *shock absorber* atau bantalan untuk memitigasi tekanan eksternal terhadap daya beli masyarakat. "Ekonomi Indonesia di tahun 2026 diperkirakan tumbuh di sekitar 5,4%-5,5% year-on-year," ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026). Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan pemerintah terhadap kekuatan fondasi ekonomi domestik.Pemerintah juga berupaya memperkuat sektor investasi melalui percepatan proyek hilirisasi sumber daya alam dan pembangunan infrastruktur prioritas nasional. Sinergi kebijakan ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap berkualitas dan berkelanjutan. Sektor eksternal diprediksi memberikan kontribusi signifikan, terutama melalui peningkatan kinerja ekspor non-minyak dan gas.Pemerintah terus mendorong pelaku usaha untuk mengoptimalkan momentum kenaikan harga dan permintaan komoditas di pasar global guna memperkuat posisi neraca perdagangan nasional. Stabilitas sektor keuangan dan kondisi fiskal menjadi pilar utama dalam menjaga optimisme pemerintah. Melalui berbagai instrumen kebijakan yang tersedia, pemerintah meyakini target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pada tahun 2026 dapat tercapai sesuai dengan ketetapan dalam APBN."Pertumbuhan masih akan tetap kuat, dukungannya itu dari kegiatan ekonomi domestik, APBN-nya sendiri terus berfungsi sebagai shock absorber," kata Suahasil dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026). Penjelasan ini menekankan pentingnya stimulus domestik dan fiskal bagi stabilitas ekonomi. Indikator ekonomi riil di dalam negeri terpantau menunjukkan sinyal positif, yang tercermin dari pertumbuhan penjualan di sektor otomotif serta indeks manufaktur yang tetap berada dalam fase ekspansi.Data ini mengindikasikan bahwa fundamental ekonomi domestik memiliki resiliensi yang baik dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga pangan dan energi guna melindungi masyarakat dari lonjakan inflasi. Dengan menjaga disiplin fiskal dan mempercepat penyerapan anggaran, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 akan tercapai sebagai modal untuk transisi pembangunan di masa mendatang.

By Bayu Setiawan Nugraha — 4 November 2026 15.59 WIB

Optimisme Ekonomi Indonesia 2026: Target Tumbuh 5,4%-5,5% Meski Tantangan Global

BERITA TERKINI

upload article via mediapool

testing

By Mikul News Admin — 26 Oktober 2026 15.04 WIB

upload article via mediapool

BERITA TERKINI

Test upload article mikul

testing

By Mikul News Admin — 26 Oktober 2026 14.55 WIB

Test upload article mikul
LOAD MORE ↓

YOUTUBE@Asuransi Aman

Asuransi

Asuransoi Aman

Channel Resmi Asuransi Aman

▶ YouTube