



BERITA TERKINI
testing
By Mikul News Admin — 26 Oktober 2026 15.04 WIB

BERITA TERKINI
testing
By Mikul News Admin — 26 Oktober 2026 14.55 WIB

BERITA TERKINI
JAKARTA — Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Menjelang peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-80 pada 30 Oktober 2026, pemerintah kembali menekankan pentingnya anggaran yang sehat, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Mengusung tema Indonesia Berdaulat, APBN Kuat, peringatan tahun ini mengangkat hubungan antara kemandirian ekonomi dan tata kelola keuangan negara. Kekuatan fiskal tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada ketepatan penggunaannya untuk mendukung pembangunan, menjaga daya beli, dan memperluas kesejahteraan.Menteri Keuangan Suahasil Nazara menempatkan kredibilitas APBN sebagai aspek penting dalam menjalankan tanggung jawab pemerintah. Anggaran negara perlu dikelola secara konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap kebijakan fiskal.Tantangan pengelolaan anggaran saat ini berbeda dari masa awal kemerdekaan. Ketegangan geopolitik, perubahan harga komoditas, dan gangguan ekonomi global dapat memengaruhi inflasi serta aktivitas usaha di dalam negeri. Karena itu, pemerintah perlu menjaga fleksibilitas kebijakan fiskal tanpa mengabaikan disiplin anggaran.Dalam situasi tersebut, APBN memiliki fungsi sebagai peredam gejolak ekonomi atau shock absorber. Pemerintah dapat menggunakan belanja negara, subsidi, dan perlindungan sosial untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Namun, efektivitas kebijakan tersebut bergantung pada ketepatan sasaran dan kualitas pelaksanaannya.Selain melindungi masyarakat, anggaran negara juga berperan mendorong pertumbuhan ekonomi. Belanja untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Dampaknya dapat semakin besar apabila kebijakan pemerintah mampu mendukung investasi dan aktivitas dunia usaha.Pemerintah juga menghadapi tuntutan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlanjutan fiskal. Dalam rancangan APBN 2027, pemerintah menetapkan target defisit sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Kebijakan tersebut mencerminkan upaya menjaga ruang belanja sekaligus mempertahankan disiplin pengelolaan anggaran.Di samping perencanaan, transparansi dan integritas aparatur menjadi unsur penting dalam menjaga kepercayaan publik. Pengawasan yang efektif diperlukan agar penggunaan uang negara sesuai ketentuan dan berorientasi pada hasil. Dengan demikian, keberhasilan APBN tidak cukup diukur dari besarnya penyerapan anggaran, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.Peringatan HORI ke-80 sekaligus mengingatkan masyarakat pada penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946. Saat itu, mata uang sendiri menjadi simbol kedaulatan bangsa yang baru merdeka. Kini, semangat tersebut berlanjut melalui upaya membangun sistem keuangan negara yang kredibel dan berkelanjutan.Delapan dekade perjalanan Hari Oeang menegaskan bahwa kedaulatan ekonomi membutuhkan tata kelola yang kuat. Melalui APBN yang terukur, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik, pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
By Bayu Setiawan Nugraha — 26 Oktober 2026 10.34 WIB

BERITA TERKINI
testing
By qudo-writer — 22 Oktober 2026 14.52 WIB

BERITA TERKINI
testing
By qudo-writer — 21 Oktober 2026 11.54 WIB

BERITA TERKINI
26 Oktober 2026

BERITA TERKINI
26 Oktober 2026

BERITA TERKINI
26 Oktober 2026

BERITA TERKINI
22 Oktober 2026

BERITA TERKINI
21 Oktober 2026
