
Korlantas Polri Tingkatkan Kesiapan Personel PJR Hadapi Rangkaian Operasi Lalu Lintas
2 Oktober 2026 09.12 WIB
Polres Belu Resmikan Rumah Adat Slakwain, Perkuat Sinergi dan Warisan Budaya di Perbatasan
2 Oktober 2026 09.09 WIB
Polda NTB Tingkatkan Kesiapan Keamanan MotoGP Mandalika 2026 Melalui Latihan Intensif
2 Oktober 2026 09.06 WIB
Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Jelang Aksi Buruh di Gedung DPR
30 September 2026 11.32 WIB



BERITA TERKINI
SERPONG — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tengah mengintensifkan program pelatihan bagi personel Patroli Jalan Raya (PJR) dan unit pengawalan guna meningkatkan standar pelayanan publik serta keselamatan di jalan raya. Sebagaimana dilansir Asuransiaman, kegiatan yang berlangsung di Pusdik Lantas, Serpong, Tangerang Selatan, ini dilaksanakan mulai Rabu, 30 September 2026, hingga 2 Oktober 2026. Fokus utama pelatihan mencakup teknik mengemudi defensif dan aman, pemahaman regulasi teknis PJR, serta penguatan kompetensi dalam pelaksanaan tugas Turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli).Kombes Pol. Ruben Verry Takaendengan, Kasubdit Wal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri, menyatakan bahwa peningkatan kapabilitas personel di lapangan merupakan kebutuhan seiring dengan meningkatnya kompleksitas tugas. Ia menegaskan bahwa anggota di lapangan memerlukan pelatihan berkelanjutan agar pelaksanaan tugas berjalan lebih mantap, optimal, dan proporsional. Upaya pengembangan profesionalisme ini bertujuan untuk memberikan rasa aman yang lebih baik bagi seluruh pengguna jalan. Selain aspek teknis berkendara, peserta pelatihan mengikuti program character building dan evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP).Langkah ini diambil untuk memastikan setiap personel tidak hanya mahir dalam mengoperasikan kendaraan, tetapi juga mampu menunjukkan sikap humanis serta etika profesional saat melayani masyarakat di jalur transportasi. Korlantas Polri menekankan peran krusial personel PJR dalam mendukung kelancaran operasi lalu lintas mendatang. Kualitas mengemudi yang baik dinilai vital untuk menunjang keselamatan serta efektivitas pengambilan keputusan di lapangan.Kombes Pol. Ruben Verry Takaendengan menyatakan bahwa tugas pengawalan menuntut keterampilan, kedisiplinan, kecepatan, dan penguasaan kendaraan dalam berbagai situasi. Ia menegaskan bahwa kemampuan tersebut harus terus diperkuat melalui pembinaan, evaluasi, dan pemahaman mendalam terhadap teknik mengemudi profesional yang berkelanjutan. Seluruh personel PJR dari berbagai Polda yang menjadi peserta telah mengikuti serangkaian uji keterampilan di lintasan teknis.Materi latihan dirancang khusus untuk mengasah refleks dan kepekaan pengendali dalam menghadapi berbagai medan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Korlantas Polri dalam menjaga profesionalisme anggota melalui peningkatan keterampilan mengemudi dan pengawalan. Setelah pelatihan berakhir, seluruh personel diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh di wilayah tugas masing-masing. Pelatihan berkelanjutan ini ditargetkan berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memastikan layanan pengawalan kepolisian senantiasa memenuhi standar keamanan tertinggi.
By Bayu Setiawan Nugraha — 2 Oktober 2026 09.13 WIB

BERITA TERKINI
TANGERANG SELATAN — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) bagi personel Patroli Jalan Raya (PJR) di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (30/9/2026). Seperti dilaporkan Asuransiaman, kegiatan strategis ini dilaksanakan sebagai langkah proaktif dalam meningkatkan kesiapan personel sebelum dimulainya serangkaian operasi lalu lintas. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Satuan (Kasat) PJR dari delapan Kepolisian Daerah (Polda) prioritas.Pertemuan tersebut difokuskan pada evaluasi kinerja operasi sepanjang tahun 2025 serta perumusan strategi operasional untuk periode 2026-2027. Fokus utama mencakup kesiapan dalam menghadapi operasi kepolisian rutin, mulai dari Operasi Zebra, Operasi Patuh, hingga Operasi Nataru dan Operasi Ketupat. Kasubdit Wal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol. Ruben Verry Takaendengan, menyatakan bahwa peningkatan kemampuan personel merupakan aspek krusial.Menurutnya, anggota yang bertugas di lapangan membutuhkan pemahaman dan pelatihan berkelanjutan guna memastikan efektivitas operasional serta kesiapsiagaan jajaran di setiap wilayah. Pelatihan berbentuk coaching clinic yang dijadwalkan berlangsung hingga 2 Oktober 2026 ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Korlantas Polri. Mengingat dinamika tugas yang kompleks di jalan raya, materi pelatihan difokuskan pada keterampilan defensive and safety driving, pendalaman regulasi teknis PJR, serta penguatan pelaksanaan tugas pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (Turjawali).Kombes Pol. Ruben Verry Takaendengan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk memastikan personel menjalankan tugas dengan lebih mantap, optimal, dan proporsional. Evaluasi kinerja rutin dilakukan sebagai bagian dari komitmen institusi dalam menjaga standar profesionalisme anggota. Selain aspek teknis, pimpinan Polri juga menekankan pentingnya sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di jalan raya guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian.Dalam amanat tertulis Dirgakkum Korlantas Polri yang dibacakannya, Kombes Pol. Ruben Verry Takaendengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi mereka dalam memperbaiki citra Polantas di mata masyarakat. Strategi penguatan ini ditujukan agar setiap personel PJR memiliki kesiapan fisik dan mental yang mumpuni. Komitmen Korlantas Polri dalam meningkatkan kompetensi personel diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap terciptanya keamanan, ketertiban, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat.
By Bayu Setiawan Nugraha — 2 Oktober 2026 09.12 WIB

BERITA TERKINI
BELU, Asuransiaman — Peresmian Rumah Adat Suku Slakwain menjadi simbol pelestarian budaya di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Acara yang berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, tersebut menandai dibukanya Uma Dato Suri Asuk Tuan yang berlokasi di Kotafoun, Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, sebagai upaya mempererat ikatan persaudaraan. Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K., turut hadir dalam upacara tersebut.Kehadiran pimpinan kepolisian setempat ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam menjaga warisan leluhur serta mentransfer nilai-nilai spiritual dan budaya kepada generasi muda di wilayah perbatasan.Rangkaian acara diawali dengan sambutan adat yang meliputi prosesi Hase Hawaka, pengalungan selendang khas Belu, serta penampilan tarian tradisional Liku Rai. Inisiatif pelestarian kearifan lokal ini mendapatkan dukungan penuh dari jajaran kepolisian, yang sejalan dengan komitmen Polri dalam memelihara kekayaan budaya di Nusa Tenggara Timur.Prosesi peresmian Uma Dato Suri Asuk Tuan dilakukan melalui pengguntingan pita, pemotongan kue, dan pembukaan sampanye. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan ritual tradisional berupa adu satu pasang ayam taji dan pemotongan seekor kerbau oleh masyarakat setempat sebagai bentuk syukur atas berdirinya rumah adat tersebut.Dukungan Polres Belu dalam kegiatan ini ditujukan untuk mempererat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat di wilayah perbatasan. Kehadiran Polri dalam agenda pelestarian adat ini merupakan bagian dari strategi untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Belu. Dengan semangat persaudaraan yang terjaga, tradisi Suku Slakwain diharapkan dapat terus dilestarikan untuk generasi mendatang.
By Bayu Setiawan Nugraha — 2 Oktober 2026 09.09 WIB

BERITA TERKINI
MATARAM, Asuransiaman — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang didukung dengan metode Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka menyambut gelaran MotoGP Mandalika 2026. Langkah ini dilakukan untuk mematangkan kesiapan seluruh personel dalam mengamankan rangkaian ajang balap internasional tersebut. TFG menjadi instrumen penting untuk menyelaraskan pola tindakan dan menyamakan persepsi di lapangan, sehingga tercipta stabilitas keamanan bagi seluruh pihak yang terlibat.Brigjen Pol. Hari Nugroho, mewakili Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, membuka kegiatan yang berlangsung di Kota Mataram tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Latpraops dan TFG merupakan fondasi krusial bagi kesiapan operasional dan sinergi antarpersonel. “Latpraops ini bukan sekadar tahapan dalam kesiapan operasi, melainkan proses untuk membangun kesamaan langkah, kesatuan sikap, dan keteguhan dalam bertindak,” ujar Brigjen Pol. Hari Nugroho.Polda NTB secara sistematis terus berupaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Langkah ini melanjutkan keberhasilan operasi sebelumnya, yakni Operasi Kresna Mandalika Rinjani dan Operasi Cipta Mandalika Rinjani. Dalam operasi tersebut, ratusan personel dikerahkan untuk melakukan pengawasan di titik-titik vital, termasuk area Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Melalui simulasi visual TFG, Polda NTB melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan dan mengidentifikasi area yang membutuhkan pengamanan khusus.Metode ini bertujuan agar setiap personel memahami tugas pokok dan fungsinya secara mendalam. Dengan demikian, respons terhadap situasi darurat dapat dilakukan secara cepat dan profesional saat balapan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan pihak penyelenggara untuk menjamin kesuksesan ajang ini.Skema kontinjensi juga telah dipersiapkan untuk merespons setiap potensi gangguan secara tepat. "Bagi Polda NTB, penyelenggaraan MotoGP Mandalika bukan sekadar agenda olahraga internasional. Event ini membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Karena itu, keamanan, keselamatan dan kenyamanan seluruh tamu maupun peserta menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraannya," ujar Irjen Pol.Kalingga Rendra Raharja. Polda NTB menyatakan komitmennya untuk menjaga kepercayaan global terhadap kapabilitas Indonesia sebagai tuan rumah. Sebanyak 2.667 personel gabungan disiagakan guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara MotoGP Mandalika 2026. Koordinasi yang terpadu dan persiapan matang ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.Di samping pengamanan sirkuit, Polresta Mataram turut merampungkan rencana pengamanan untuk kegiatan pendukung, termasuk Parade Rider MotoGP yang dijadwalkan berlangsung di Jalan Udayana pada 7 Oktober 2026. Seluruh rangkaian persiapan ini merepresentasikan keseriusan Polri dalam mendukung kesuksesan ajang berskala internasional tersebut.
By Bayu Setiawan Nugraha — 2 Oktober 2026 09.06 WIB

BERITA TERKINI
JAKARTA — Potensi kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI pada Selasa, 29 September 2026. Berdasarkan laporan Asuransiaman, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan seiring adanya agenda penyampaian pendapat oleh elemen massa sejak pagi hari. Informasi resmi melalui akun Instagram @tmcpoldametrojaya mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas kendaraan di sejumlah ruas jalan dekat kompleks parlemen.Masyarakat yang melintasi wilayah Senayan dan sekitarnya disarankan untuk menyesuaikan jadwal perjalanan atau menggunakan jalur alternatif guna menghindari potensi penumpukan kendaraan. Pihak kepolisian telah menempatkan personel di titik-titik strategis untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional, serta menyiapkan skema rekayasa lalu lintas sebagai langkah antisipasi kemacetan. "Sehubungan dengan adanya kegiatan di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI pada Selasa, 29 September 2026, masyarakat diimbau mengantisipasi kemungkinan terjadinya kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar kawasan tersebut," demikian keterangan resmi Polda Metro Jaya pada Senin, 28 September 2026.Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif kepolisian dalam menjaga ketertiban umum di wilayah ibu kota. Aksi penyampaian aspirasi tersebut melibatkan massa dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Agenda ini ditujukan untuk mengawal pembahasan serta rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan agar lebih mengakomodasi kepentingan pekerja di Indonesia.Pengaturan lalu lintas oleh aparat kepolisian dilakukan untuk mencegah terjadinya kelumpuhan akses jalan utama di Jakarta guna memastikan mobilitas warga tetap terjaga. "Pengguna jalan diimbau mengatur waktu perjalanan, menggunakan rute alternatif, serta mengikuti arahan petugas untuk menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas." Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan situasi lalu lintas melalui kanal informasi resmi Polda Metro Jaya. Kerja sama antara pengguna jalan dan petugas di lapangan diharapkan dapat menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung demi keamanan serta kenyamanan bersama.
By Bayu Setiawan Nugraha — 30 September 2026 11.32 WIB

BERITA TERKINI
2 Oktober 2026

BERITA TERKINI
2 Oktober 2026

BERITA TERKINI
2 Oktober 2026

BERITA TERKINI
2 Oktober 2026

BERITA TERKINI
30 September 2026
