Sabtu, Januari 10, 2026
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
InfoAsuransi
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
  • News
  • Politics
  • Business
  • Culture
  • Opinion
  • Lifestyle
  • Login
No Result
View All Result
InfoAsuransi
Home Jaga Negeri

BUMN Hutama Karya Dibayangi Utang Jumbo, Solusi Tidak Jelas

Christine Natalia by Christine Natalia
9 Juli 2024
in Jaga Negeri
0
BUMN Hutama Karya Dibayangi Utang Jumbo

BUMN Hutama Karya Dibayangi Utang Jumbo

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

AsuransiAman.com – PT Hutama Karya (Persero) atau HK masih tersandung masalah besar dengan liabilitas yang mencapai nilai fantastis. Pada kuartal I-2024, total utang yang harus dibayar perusahaan BUMN ini mencapai Rp53,11 triliun. Meskipun demikian, tingkat ekuitas perusahaan tetap tinggi, berada di posisi Rp116,89 triliun selama tiga bulan pertama tahun ini.

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, memilih untuk tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai sumber utama utang tersebut. Ia hanya memastikan bahwa kewajiban perusahaan terhadap vendor sedang dalam proses penyelesaian. “Terkait dengan utang-utang pada vendor yang merupakan utang baru dan terkait dengan permasalahan utang vendor yang ditanyakan pak Amin (anggota DPR RI) kemarin, saat ini telah kami selesaikan pak, dan sebagian dalam proses pak,” ujar Budi saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin (8/7/2024).

Related posts

Ditjen Hubdat Bekukan Izin PT Cahaya Wisata Transportasi Selama 12 Bulan

Langgar Ketentuan Angkutan Umum, Izin Operasional Cahaya Trans Dibekukan

6 Januari 2026
Perjalanan Libur Nataru 2025 Aman dan Lancar, Kakorlantas Ungkap 4 Klaster Pengamanan

Pengamanan Nataru 2025, Kakorlantas Siagakan Empat Klaster Utama

2 Januari 2026

Namun, penjelasan yang diberikan Budi tidak cukup untuk menenangkan kekhawatiran publik dan pengamat ekonomi. Dengan utang yang terus meningkat, kredibilitas dan kemampuan Hutama Karya untuk melunasi kewajibannya menjadi tanda tanya besar. Budi Harto sendiri tidak menjelaskan secara rinci bagaimana perusahaan berencana mengelola utang yang terus membengkak tersebut.

Sebagai perbandingan, per September 2023, Hutama Karya mencatatkan utang sebesar Rp30 triliun. Kewajiban ini merupakan hasil akumulasi dari pinjaman perbankan dan obligasi. Bahkan, utang perusahaan sempat turun menjadi Rp14 triliun pada Juni 2023 setelah menjual dua ruas tol kepada Indonesia Investment Authority (INA) dengan nilai transaksi Rp20 triliun. Kedua ruas tol yang dijual adalah Tol Medan – Binjai dan Bakauheni – Terbanggi Besar.

Namun, penurunan utang tersebut ternyata hanya bersifat sementara. Setelah penjualan aset tersebut, utang Hutama Karya kembali melonjak dalam waktu yang relatif singkat. “Jadi sebelum kami melakukan aset recycling per Juni 2023, pinjaman kami sebesar Rp44 triliun, kami sudah melakukan aset recycling dan sudah menerima atas dua ruas yaitu Medan – Binjai dan Bakauheni – Terbanggi Besar senilai Rp20 triliun,” jelas Budi.

Langkah penjualan aset yang dilakukan perusahaan seolah menjadi solusi jangka pendek yang tidak menyelesaikan masalah mendasar. Dengan utang yang terus bertambah, Hutama Karya harus segera menemukan strategi yang lebih berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi keuangannya.

Bahkan, rencana pemerintah untuk menambah Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun untuk menyelesaikan proyek tol Palembang-Betung juga menuai kritik. Banyak pihak menilai bahwa suntikan dana dari pemerintah bukanlah solusi jangka panjang yang efektif jika tidak diikuti dengan perbaikan manajemen keuangan dan strategi bisnis perusahaan.

Kondisi ini semakin memperlihatkan betapa rapuhnya keuangan Hutama Karya, terutama dalam menghadapi utang yang terus membengkak. Tanpa adanya rencana yang jelas dan transparan dari manajemen perusahaan, kekhawatiran akan kemampuan Hutama Karya untuk memenuhi kewajibannya hanya akan semakin besar.

Secara keseluruhan, situasi keuangan Hutama Karya saat ini mencerminkan manajemen yang kurang efektif dalam mengelola utang. Sementara itu, ketergantungan pada penjualan aset untuk mengurangi beban utang hanya menunjukkan bahwa perusahaan belum menemukan solusi yang benar-benar efektif untuk jangka panjang.

Dengan demikian, tantangan yang dihadapi Hutama Karya tidak hanya soal besarnya utang, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat memperbaiki manajemennya agar lebih berkelanjutan dan tidak terus-menerus bergantung pada penjualan aset sebagai solusi sementara. Ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi manajemen Hutama Karya, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan bahwa perusahaan dapat keluar dari jeratan utang yang semakin menjerat.

Baca juga: Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Sebut Aset BLBI yang Disita Capai Rp38,25 Triliun

Sumber: Sindonews.

Tags: BUMNUtang BUMNUtang Hutama Karya
Previous Post

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Sebut Aset BLBI yang Disita Capai Rp38,25 Triliun

Next Post

OJK Ajukan Kasasi ke MA Terkait Pencabutan Izin Kresna Life

Next Post
OJK Ajukan Kasasi ke MA Terkait Pencabutan Izin Kresna Life

OJK Ajukan Kasasi ke MA Terkait Pencabutan Izin Kresna Life

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Heru Hidayat Tak Divonis Mati di Kasus ASABRI, Kejagung Siapkan Banding!

Heru Hidayat Tak Divonis Mati di Kasus ASABRI, Kejagung Siapkan Banding!

4 tahun ago
Bahlil Jengkel ke Investor Gara-gara Ini

Bahlil Jengkel ke Investor Gara-gara Ini

5 tahun ago
PT Jakarta Bebaskan Sinarmas Asset Management di Kasus Korupsi Jiwasraya

PT Jakarta Bebaskan Sinarmas Asset Management di Kasus Korupsi Jiwasraya

3 tahun ago
189 Karyawan Jiwasraya Sempat Dijanjikan Pindah ke IFG Life, tapi …

189 Karyawan Jiwasraya Sempat Dijanjikan Pindah ke IFG Life, tapi …

3 tahun ago

FOLLOW US

  • 138 Followers

BROWSE BY CATEGORIES

  • Asuransi Negeri
  • Asuransi Swasta
  • Asuransi Terkini
  • BKPM
  • Business
  • Culture
  • Investasi Saham
  • Jaga Negeri
  • Lifestyle
  • National
  • News
  • OBLIGASI
  • Opinion
  • Politics
  • Reksa Dana
  • Sports
  • Tak Berkategori
  • Travel
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League asabri Asuransi Asuransi Jiwa Asuransi Kesehatan bahlil lahadalia Balinese Culture Bali United Berita bkpm BPJS Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Donald Trump ekonomi Emas Dunia ETLE Harga Emas investasi investasi saham investor Istana Negara Kakorlantas keselamatan jalan Keselamatan Lalu Lintas Klaim Asuransi Korlantas Korlantas Polri Lalu Lintas Libur Nataru Market Stories Moneter National Exam OJK Operasi Zebra Pemerintah Pertumbuhan Ekonomi Polantas Premi Asuransi saham sri mulyani The Fed Visit Bali

POPULAR NEWS

  • ISDC Promosikan Kesadaran Budaya Tertib Lalu Lintas di Indonesia

    Keselamatan Jalan Raya, ISDC Angkat Kesadaran Budaya Tertib Lalu Lintas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Siasat Goreng Saham Eks Petinggi Asabri dan Terdakwa Jiwasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Tak Gunakan Dana APBN untuk Pendirian Family Office

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wujudkan Polri Humanis dan Modern, Ferdinand Hutahaean Serukan Sinergi Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RAPBN 2025 Direncanakan Defisit 2,53% dari PDB, Jokowi Jelaskan Strategi Pembiayaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Call us: +1 234 JEG THEME
No Result
View All Result
  • Home
  • Politics
  • News
  • Business
  • Culture
  • National
  • Sports
  • Lifestyle
  • Travel
  • Opinion

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In